10 Cara Membuat Peraturan yang Baik untuk Anak di Rumah

December 6, 2019

Anak yang sedang tumbuh dan berkembang sering kali melakukan hal-hal yang tidak terduga. Perilaku anak mungkin belum sesuai dengan keinginan orang tua yang sudah mengerti mana yang baik dan buruk. Itu sebabnya anak perlu diperkenalkan dengan peraturan rumah yang dapat menjadi acuan tentang bagaimana dirinya berperilaku.

Tapi kira-kira seperti apa ya peraturan yang baik untuk anak?

Akademi Pediatri Amerika (AAP) melalui situsnya Healthychildren menjelaskan bahwa ada 10 cara yang bisa dilakukan untuk mangajarkan anak untuk lebih bisa mengatur perilakunya dan melindunginya dari hal buruk dengan peraturan yang tepat.

Kuncinya adalah terletak pada bagaimana orang tua menentukan peraturan dan bukan tentang hukuman apa yang harus dijatuhkan ketika anak melakukan kesalahan. Sehingga anak tetap bisa mengambil pelajaran dan memahami aturan main di rumah.

1. Tunjukkan dan jelaskan

Ajarkan anak untuk mengerti mana yang benar dan salah dengan kata-kata yang lembut dan santun dengan disertai teladan. Dengan orang tua memberikan contoh panutan anak akan bisa melihat seperti apa model yang bisa mereka ikuti.

2. Tentukan batasan

Berikan batasan yang jelas dan konsisten terkait dengan peraturan yang bisa diikuti oleh anak. Pastikan untuk menjelaskan peraturan tersebut sesuai dengan usia perkembangan anak. Sebab anak dengan usia yang berbeda akan memahami batasan dengan berbeda pula. Dalam menentukan batasan, orang tua harus bijak.

3. Jelaskan konsekuensi

Menjelaskan konsekuensi akan membangun rasa tanggung jawab dari anak. Contohnya jika anak tidak menjalankan peraturan dengan tepat, maka mereka harus mengerti apa konsekuensi yang harus dialami. Orang tua yang telah menentukan peraturan harus melaksanakan konsekuensinya dengan konsisten dan tepat, tanpa kompromi. Namun pastikan tidak ada konsekuensi yang berpotensi menyakiti, merendahkan ataupun membahayakan anak seperti menyita makanan ataupun kekerasan.

4. Dengarkan anak

Mendengarkan aspirasi anak dengan aktif itu penting. Biarkan anak bercerita sampai tuntas sebelum sobat bunda dan ayah membantu masalah yang dihadapi anak. Perhatikan apakah perilaku anak yang bermasalah menunjukkan pola. Dahulukan dialog dengan anak sebelum menjelaskan konsekuensi dan memberikannya pada anak.

5. Beri perhatian

Cara yang paling efektif untuk membantu anak membangun karakternya adalah dengan memberi perhatian yakni untuk memicu perilaku baik dan menghindarkan anak dari perilaku buruk. Ingat, bahwa semua anak ingin mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

6. Perhatikan saat anak berperilaku baik

Anak ingin mengerti apakah hal yang mereka lakukan adalah buruk atau baik. Sobat bunda dan ayah harus bisa mengamati saat anak berperilaku baik kemudian mengapresiasinya. Saat mengapresiasi harus bisa menjelaskan dengan jelas perilaku apa yang benar dari anak-anak.

Contoh: "Terima kasih sudah membantu ibu merapikan kamar ya nak."

7. Paham kapan harus merespon

Tidak melulu setiap tindakan anak harus mendapatkan respon dari sobat bunda dan ayah saat itu juga. Memang orang tua harus tetap mengamati dan memperhatikan namun untuk memberikan respon, harus ada di saat yang tepat. Sebab anak dalam konteks tertentu juga perlu untuk belajar merasakan konsekuensi dari tindakannya secara mandiri.

8. Buat persiapan

Orang tua perlu untuk membuat persiapan-persiapan ketika sesuatu yang buruk terjadi. Persiapan ini akan mengantisipasi jika anak tidak berlaku dengan tepat atau bahkan melakukan hal berbahaya untuk keselamatan dirinya.

9. Arahkan perilaku yang buruk menjadi baik

Terkadang anak melakukan hal buruk karena mereka tidak tahu apa yang baik dan benar. Sobat bunda dan ayah perlu memberikan atau menjelaskan aktifitas lain yang lebih baik dan tepat.

10. Coba beri waktu jeda

Ketika anak melakukan hal buruk, beri penjelasan dengan waktu jeda. Sobat bunda dan ayah tidak harus selalu memarahi anak atau menyidangnya karena kesalahan yang dilakukan. Sebab bisa juga dengan mendudukkan anak dan memberi mereka waktu untuk berhenti dan menenangkan waktu. Hal ini akan membuat anak berusaha bisa mengatur diri dan mengatur emosi.


Sepuluh cara diatas merupakan panduan dasar tentang bagaimana sobat bunda dan ayah harus membuat peraturan di rumah. Perilaku anak memang sangat beragam dan unik, sehingga tidak semua panduan yang ada cocok untuk diterapkan secara kaku di rumah. Sehingga sobat bunda dan ayah harus mengerti kondisi rumah dan anak agar lebih bijak.

Saat rumah menjadi tempat belajar yang hebat, anak akan merasa rumah menjadi tempatnya bernaung yang aman. Dan mereka akan bisa tumbuh berkembang dengan gemilang.

Nah untuk belajar lebih jauh tentang bagaimana membangun rumah yang nyaman untuk anak. Sobat bunda dan ayah bisa menyimak webinar What the Hell is Going With Family dengan bimbingan seorang praktsi parenting senior, ibu Elly Risman. Sampai jumpa di webinar ya.

Daftar Webinar Krucils Sekarang