3 Elemen Pembangun Konsep Diri

May 21, 2019

Setelah mengenal diri dan tahu bagaimana mengenal diri, lalu apa selanjutnya? Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membangun diri sesuai konsep yang kita inginkan. Salah satu teori yang terkenal dalam hal membangun diri adalah teori tentang self image, self ideal dan self esteem yang dipopulerkan oleh Carl Rogers.

Carl Rogers merupakan seorang ahli psikologi asal Amerika yang mengedepankan konsep psikologi humanis. Pendekatan psikologi yang ia gunakan adalah pendekatan berdasarkan konsultatif sehingga memiliki solusi yang sangat beragam berdasarkan kondisi psikologi klien.

Rogers merupakan penganut teori hirarki kebutuhan manusia yang menempatkan aktualisasi diri sebagai puncak dari kebutuhan manusia. Itu sebabnya konsep membangun diri versi Rogers sangat dekat dengan bagaimana seseorang berusaha untuk mengaktualisasikan diri.

"Setiap manusia memiliki keinginan untuk beraktualisasi, merawat dan mengembangkan pengalamannya sebagai sebuah makhluk," kata Rogers.

Rogers kemudian mengembangkan teori yang disebut dengan the notion of self atau self-concept. Teori ini secara sederhana dipahami sebagai persepsi dan kepercayaan tentang diri sendiri.

Menurutnya, setiap orang akan berperilaku dan merasakan suatu pengalaman sesuai dengan konsep diri yang ia miliki. Semakin konsisten dan cocok perilaku dengan konsep diri, seseorang akan semakin merasa berarti atau bernilai.

Dalam artikel ini, konsep diri, yang terdiri dari harga diri, citra diri maupun idealitas yang dikembangkan oleh Rogers akan dipakai menjadi dasar teori untuk membangun diri.

Self-worth (harga diri)

Dalam teori Rogers, seseorang membangun harga dirinya sejak dari kecil. Segala hal yang berinteraksi dengan seseorang akan membanugn rasa kepercayaan dirinya, terutama interaksi dari ibu dan bapak. Orang yang memiliki rasa harga diri tinggi akan memiliki rasa percaya diri dan perasaan yang positif terhadap dirinya sendiri.

Percaya diri adalah penting sebab seseorang harus tetap positif ketika menghadapi tantangan dalam hidup, menghadapi kegagal maupun menghadapi rasa kesedihan. Itu sebabnya mereka orang yang memiliki harga diri tinggi lebih terbuka dengan orang lain.

Sementara orang yang memiliki harga diri rendah, akan sulit untuk menyadari bahwa hidup juga bisa saja sangat menyakitkan dan tidak menggembirakan. Mereka akan menjadi lebih defensif dan menghindar dari orang lain.

Self Image (citra diri)

Konsep berikutnya adalah citra diri, atau bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri. Pandangan terhadap diri sendiri ini tidak selalu sesuai dengan realitas atau kenyataan. Meski begitu, citra diri sangat mempengaruhi kepribadian dan kesan pada tubuh kita, cara berpikir dan bagaimana berperilaku.

Self Ideal

Bagian lain dari konsep diri adalah idealitas, yang membahas tentang bagaimana sosok ideal yang kita inginkan. Konsep ideal jelas tidak sesuai dengan kondisi seseorang saat ini, namun kondisi ideal akan membawa seseorang menuju konsep diri yang ia inginkan. Rogers berpendapat bahwa idealitas ini dapat terus berubah karena sangat dinamis. Wujud idealitas akan diraih dengan adanya tujuan, ambisi, goal maupun pencapaian-pencapaian.

Self-Concept (Konsep diri)

Akhirnya, dari kombinasi antara harga diri, citra diri dan idealitas seseorang akan mampu menggambarkan siapa dirinya. Konsep dirinya akan dibangun atas dua elemen baik kognitif (pikiran) maupun afektif (perasaan). Menariknya, konsep diri menurut Rogers adalah sesuatu yang bisa dipelajari siapapun dan bukan keturunan, sehingga dapat diubah, diperbaiki dan dikembangkan.

Dampaknya, konsep diri menurut Rogers memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Sangat unik untuk setiap individu.
  2. Bisa sangat variatif dari yang sangat positif atau sangat negatif.
  3. Memiliki dimensi emosi, intelektual dan fungsional.
  4. Dapat berubah sesuai dengan konteks waktu dan situasi.
  5. Terus menerus berubah.
  6. Mampu memberikan dampak yang begitu kuat pada kehidupan seseorang.

Dengan menentukan konsep diri, seseorang akhirnya akan mampu untuk menentukan jalan maupun keputusan apa yang ingin diambil disetiap kesempatan. Seseorang yang memiliki konsep diri akan bisa memilih apa-apa yang sejalan dengan konsep dirinya, atau menolak hal-hal yang berlawanan dengan konsep diri.

Nah, bagaimana? Kira-kira sudah terbayang tentang bagaimana sih membangun diri itu? Buat sobat Krucils yang tertarik untuk mempelajari tema ini lebih dalam, kalian bisa simak webinar Krucils tentang Mengenal Diri.

Daftarkan surelmu untuk bisa mendapatkan kabar terbaru seputar Webinar Krucils di sini ya. Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapat harga khusus bagi pendaftar pertama.


Referensi:
https://www.simplypsychology.org/carl-rogers.html
https://positivepsychologyprogram.com/self-concept/
https://www.more-selfesteem.com/self_concept.htm


Written by TEKNOIA Creative for Krucils Indonesia
Daftar Webinar Krucils Sekarang