8 Cara Belajar Anak Yang Harus Diperhatikan Orang Tua

September 4, 2019

Di masa pertumbuhan anak, orang tua harus memiliki komitmen yang kuat untuk memperhatikan dan memberikan setiap kebutuhan tumbuh kembang anak di setiap tahap usianya. Komitment tersebut salah satunya adalah dengan mampu memahami dan menyediakan kebutuhan anak berdasarkan kemampuan belajar. Sehingga potensi kemampuan anak bisa tumbuh optimal.

Tentu yang perlu diketahui oleh orang tua agar bisa memahami kebutuhan belajar anak adalah dengan mengetahui lebih dahulu cara belajar seorang anak berdasarkan kemampuan dirinya. Nah, kali ini mincils akan memaparkan delapan potensi belajar anak yang harus diperhatikan oleh orang tua.

Harapannya adalah agar orang tua tidak mengabaikan setiap bentuk interaksi belajar yang dilakukan oleh anak setiap harinya. Sehingga orang tua juga bisa memberi asupan pada proses belajar anak dengan tepat.

Apa saja potensi cara belajar anak itu? Berikut daftarnya.

1. Linguistik : pintar berbahasa, menulis dan berkomunikasi

Cara belajar linguistik adalah meliputi kemampuan anak untuk berkomunikasi. Dalam tumbuh kembang anak bentuk komunikasi yang dapat dilakukan akan sangat beragam dan terus berkembang.

Di usia awal, anak akan hanya menggunakan suara-suara bergumam dan teriakan untuk berkomunikasi. Namun setelah kemampuannya semakin meningkat anak akan mulai belajar berbicara. Menggunakan bahasa-bahasa yang ia dengar dari lingkungannya untuk berinteraksi.

Semakin bertumbuh usia anak, anak akan mulai belajar bagaimana berkomunikasi melalui media. Menulis misalnya, yang akan melatih anak untuk berkomunikasi melalui simbol dan gambar.

2. Musikal: sangat tertarik dengan musik

Selanjutnya adalah cara belajar musikal. Bunyi-bunyian yang teratur di alam bisa disebut sebagai sebuah musik. Sehingga anak yang tumbuh berkembang di lingkungan yang penuh dengan bunyi-bunyian yang teratur dia akan bisa memahami musik dengan lebih cepat.

Anak yang tertarik dengan musik akan bisa mengoptimalkan fungsi otak karena mendapatkan stimulus secara terus menerus melalui bunyi-bunyian yang beragam.

3. Logis: senang berpikir dan permainan angka dan berhitung

Kemampuan berpikir anak seiring berjalannya waktu akan terus berkembang. Anak akan mulai bisa berpikir logis berdasarkan kemampuan dirinya. Sehingga untuk melatih kemampuan logika anak, orang tua perlu untuk sering mengajarkan anak dengan berhitung dan angka. Atau juga mengajak anak untuk berpikir tentang sesuatu. Mengajak anak untuk berdiskusi juga bisa menjadi satu pilihan yang baik.

4. Kinestetik : senang dengan aktifitas olah raga dan fisik

Pertumbuhan anak yang paling kentara adalah dilihat dari pertumbuhan fisiknya. Itu mengapa anak perlu terus dipantau perkembangan fisiknya termasuk juga harus mendapatkan aktifitas fisik yang tepat.

Anak harus diajak untuk bisa berolahraga dan beraktifitas fisik setiap saat. Jangan sampai potensi anak tidak terbangun akibat kekurangan aktifitas fisik. Karena anak juga bisa belajar dengan pendekatan kinestetik.

5. Visual spasial: berfikir sistematis tentang sebuah ruang

Kemampuan imajinasi anak juga bisa terbangun dengan aktifitas yang bersifat visual spasial. Sebab anak akan terus belajar bagaimana melihat gambaran ruang kemudian mengingatnya dalam ingatan.

Sehingga jika ingin mengembangkan kemampuan visual spasial anak, orang tua harus sering untuk mengenalkan anak pada ruang-ruang dan tempat baru. Agar anak bisa mengenali suasana dan memiliki wawasan yang baru.

6. Interpersonal: memahami orang lain dan bisa berbagi dengan sekitar

Selama tumbuh kembang anak, mayoritas waktu yang dihabiskan anak adalah berinteraksi dengan orang tua. Itu sebabnya anak bisa rawan kekurangan kemampuan sosialisasi yang akan menghambat perkembangan interpersonal dirinya. Sehingga orang tua sebaiknya perlu untuk melatih kemampuan interpersonal anak dengan sering-sering mengajak anak berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Tidak hanya dengan anak-anak tetapi juga bisa dengan para orang dewaasa.

7. Natural: mencintai alam dan mudah bergaul

Seorang anak sejatinya tumbuh dan berkembang dalam sebuah ruang lingkungan yang terhubung dengan alam sekitarnya meski sang anak tinggal di perkotaan misalnya. Namun perkembangan anak juga dipengaruhi oleh bagaimana dirinya bisa berinteraksi dengan alam.

Untuk itu orang tua harus bisa memperkenalkan anak dengan alam agar anak bisa memahami apa itu alam dan bagaimana berinteraksi dengan makhluk selain dirinya.

8. Moral: pandai mengatur emosi

Potensi belajar yang terakhir adalah dengan melatih kemampuan moral. Kemampuan moral bukan berarti anak harus bisa untuk menilai tindakan dirinya ataupun orang lain dari segi benar atau salah. Tetapi kecerdasan moral adalah tentang bagimana anak bisa mengatur dirinya sendiri dengan kemampuan yang dimiliki.

Oleh karena itu orang tua perlu untuk terus menerus mengajarkan bagaimana moral sebaiknya dipahami oleh seorang anak. Melalui contoh keseharian dan juga teladan yang akan ditiru oleh sang buah hati.


Nah, delapan potensi cara belajar anak di atas adalah hal-hal yang perlu untuk diperhatikan oleh orang tua di masa tumbuh kembang anak. Masing-masing potensi belajar tersebut memiliki bentuk aktifitas yang berbeda-beda. Sehingga orang tua juga perlu untuk semakin kreatif dalam mengajak anak belajar memahami lingkungan tempatnya tumbuh dan berkembang.

Melakukan semuanya sekaligus tentu saja akan sangat memberatkan, tetapi jika antara ayah dan bunda bisa bekerja sama demi kebaikan anak, rasanya memberikan hal terbaik untuk anak akan menjadi lebih ringan.

Jadi bagaimana? Sudah siap untuk mengajak anak untuk belajar dan mengoptimalkan potensi dirinya? Yuk dimulai dari sekarang.

sumber: Mengenali Potensi Anak oleh Yayasan Pendidikan Telkom

Daftar Webinar Krucils Sekarang