Bagaimana cara mengenal diri sendiri?

May 14, 2019

Di artikel sebelumnya kami telah menjelaskan mengapa mengenal diri itu penting. Pertanyaan selanjutnya tentu saja, bagaimana caranya agar kita bisa mengenal diri?

Ada berbagai cara untuk bisa mengenal diri salah satunya dengan ilmu psikologi. Ilmu psikologi merupakan ilmu yang mempelajari kondisi mental dan perilaku manusia. Ilmu ini banyak digunakan dalam mempelajari bagaimana perilaku manusia di situasi-situasi tertentu ataupun saat mendapatkan pengaruh lingkungan.

Dalam konteks mengenal diri lewat keilmuwan psikologi ada sub-bidang yang mempelajari tentang kepribadian, atau dikenal sebagai Psikologi Kepribadian. Psikologi kepribadian mempelajari tentang perilaku unik dari seseorang.

Nah, dalam ilmu psikologi ada beberapa definisi yang populer untuk mengenal jenis kepribadian seseorang. Seperti teori Carl Jung tentang intraver, ambiver dan ekstraver. Ada pula teori yang dicetuskan Hippocrates berupa empat tempramen: sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis. Dari teori kepribadian tersebut masing-masing memiliki metode tersendiri untuk mengetahui kepribadian seseorang. Metode ini kemudian dikenal sebagai tes kepribadian.

Tes Kepribadian

Hingga saat ini ada berbagai macam jenis tes kepribadian, mulai dari yang paling populer hingga yang paling baru. Setiap tes kepribadian memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan terus menerus diuji validitasnya. Tes kepribadian umum dilakukan untuk mengidentifikasi konstruksi kepribadian seseorang.

1. MBTI (Myers-Briggs Type Indicator

Kepribadian menurut Carl Jung diuji menggunakan metode psikotes yang dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs yang kemudian dipublikasikan oleh Isabel Briggs Myers. Tes itu bernama Myers-Briggs Type Indicator atau lebih dikenal sebagai MBTI. Tes kepribadian ini diklaim merupakan tes kepribadian paling populer di dunia

Dalam psikotes ini ada 16 macam kepribadian yang dapat teridentifikasi dengan empat dimensi atau dikotomi. Empat dikotomi itu antara lain tentang tingkat subjektifitas-objektifitas, dan kemampuan deduktif-induktif.

SubjektifObjektif
Deduktifintuition/sensingintrover/extrovert
Induktiffeeling/thinkingperception/judging

Empat dikotomi ini nantinya akan menghasilkan 16 macam kepribadian dengan kombinasi empat abjad.

  1. ESTJ : Extrovert, Sensing, Thinking, Judging
  2. ENTJ : Extrovert, Intuition, Thinking, Judging
  3. ESFJ : Extrovert, Sensing, Feeling, Judging
  4. ENFJ : Extrovert, Intuition, Feeling, Judging
  5. ESTP : Extrovert, Sensing, Thinking, Perceiving
  6. ENTP : Extrovert, Intuition, Thinking, Perceiving
  7. ESFP : Extrovert, Sensing, Feeling, Perceiving
  8. ENFP : Extrovert, Intuition, Feeling, Perceiving
  9. INFP : Introvert, Intuition, Feeling, Perceiving
  10. ISFP : Introvert, Sensing, Feeling, Perceiving
  11. INTP : Introvert, Intuition, Thinking, Perceiving
  12. ISTP : Introvert, Sensing, Thinking, Perceiving
  13. INFJ : Introvert, Intuition, Feeling, Judging
  14. ISFJ : Introvert, Sensing, Feeling, Judging
  15. INTJ : Introvert, Intuition, Thinking, Judging
  16. ISTJ : Introvert, Sensing, Thinking, Judging

Ada banyak sekali penyedia tes MBTI. Mulai dari institusi resmi hingga yang gratis melalui internet.

2. 16PF (Sixteen Personality Factor Questionaire)

Tes kepribadian ini dikembangkan oleh Raymond B. Cattell, Maurice Tatsuoka dan Herbert Eber untuk mengetahui kepribadian seseroang lewat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Hasilnya adalah berupa 16 faktor kepribadian yang dominan dari seseorang.

Meski sama-sama berjumlah 16 seperti MBTI, 16PF memiliki identifikasi kepribadian yang berbeda. Sehingga tes ini sering pula digunakan untuk persiapan penanganan terapi atau pengobatan mental. Namun, tidak banyak institusi yang menyediakan tes ini secara terbuka terutama di Indonesia.

Introversion/ExtroversionLow Anxiety/High AnxietyReceptivity/Tough-MindednessAccommodation/IndependenceLack of Restraint/Self-Control
A: Reserved/WarmC: Emotionally Stable/ReactiveA: Warm/ReservedE: Deferential/DominantF: Serious/LivelyB: Problem-Solving
F: Serious/LivelyL: Trusting/VigilantI: Sensitive/UnsentimentalH: Shy/BoldG: Expedient/Rule-Conscious
H: Shy/BoldO: Self-Assured/ApprehensiveM: Abstracted/PracticalL: Trusting/VigilantM: Abstracted/Practical
N: Private/ForthrightQ4: Relaxed/TenseQ1: Open-to-Change/TraditionalQ1: Traditional/Open-to-ChangeQ3: Tolerates Disorder/Perfectionistic
Q2: Self-Reliant/Group-Oriented

3. Five Factor Model (FFM)

Tipe tes kepribadian ini dipopulerkan oleh Lewis Goldberg pada era 1990-an. Tes ini mengandalkan lima faktor kepribadian: keterbukaan (openess to experience), kehati-hatian (conscientiousness), extraversion, mudah akur (agreeableness), dan pengendalian diri (neuroticism). Lima faktor ini disingkat menjadi OCEAN sehingga FFM juga sering disebut sebagai OCEAN Model.

Setiap faktor ini diukur berdasarkan perilaku yang paling dominan.

Keterbukaan 
(Openess)
Kehati-hatian
(Conscientiousness)
ExtraversiMudah Akur 
(Agreeableness)
Neurotisme
Skor tinggi:
* Kreatif.
* Inovatif.
* Imajinatif.
* Bebas.
* Penasaran.
Skor tinggi:
* Teliti
* Teratur
* Tepat waktu
* Bekerja keras.
* Ambisius
* Gigih
Skor tinggi:
* Penuh kasih sayang.
* Banyak bicara.* Menyukai kesenangan.
* Bersemangat.
* Mudah bergaul.
Skor tinggi:
* Berhati Lembut.* Dermawan.
* Mudah percaya* Ramah
* Bersabar
* Toleran.
Skor tinggi:
* Pencemas 
* Sentimentil
* Emosional
* Tempramental
* Rentan.
Skor rendah:
* Tidak kreatif
* Konvensional
* Realisti
* Konservatif
* Tidak penasaran.
Skor rendah:
* Ceroboh.
* Tidak teratur.
* Suka terlambat.* Malas.
* Tidak memiliki tujuan.
* Mudah menyerah.
Skor rendah:
* Tidak peduli.
* Pendiam.
* Serius.
* Tidak berperasaan
* Penyendiri.
Skor rendah:
* Keras hati.
* Pelit.
* Selalu curiga.
* Bermusuhan
* Cepat marah
* Kritis.
Skor Rendah:
* Tenang.
* Bangga terhadap diri sendiri
* Tidak emosional
* Terkadang dapat temperamen
* Kuat.

Tes kepribadian OCEAN Model dinilai sangat tergantung pada banyak hal. Sehingga pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk menemukan kepribadian harus mampu menggambarkan situasi budaya tempat seseorang tumbuh dewasa. Tes ini memiliki berbagai macam bentuk dan umum digunakan di dunia personalia.

Manfaat tes kepribadian

Bagi orang yang telah melakukan tes kepribadian akan bisa menjadi panduan bagaimana seseorang bisa berperilaku atau menghadapi situasi tertentu. Lewat tes kepribadian pula, seseorang dapat lebih jujur pada diri sendiri tentang apa yang dia pahami maupun apa yang dia sukai.

Setelah mengetahui hasil kepribadian, maka selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi kepribadian apa yang perlu diubah. Mengubah kepribadian yang negatif menjadi positif akan memberikan dampak pada bagaimana seseorang akan bersikap dan berperilaku lebih baik.

Kesimpulan

Nah, bagaimana? Sudah mengerti tentang bagaimana mengenal diri? Lewat cara-cara di atas kalian bisa lebih mengenal diri dan mulai memperbaiki diri.

Satu hal yang perlu diingat adalah hasil tes kepribadian bukanlah hal yang paten. Kepribadian sobat Krucils bisa terus berubah dan dinamis seiring dengan perkembangan diri. Jadi, jika hasil tes kepribadian yang didapatkan tidak sesuai atau tidak memuaskan, jangan berkecil hati. Kalian masih bisa terus untuk mengembangkan diri menjadi sosok yang lebih baik.


Written by TEKNOIA Creative for Krucils Indonesia
Daftar Webinar Krucils Sekarang