5 Hal yang Bisa Membuatmu Stres Setelah Menikah

September 5, 2019

Pernikahan merupakan peristiwa besar dalam hidup sepasang kekasih. Peristiwa yang tentu akan mengubah banyak sekali perspektif tentang kehidupan untuk masing-masing orang. Itu mengapa pernikahan memang harus dipahami dengan baik. Bukan dilihat sebagai sebuah peristiwa indah dan kebahagiaan semata. Sebab ada banyak hal yang kerap berbeda dari ekspektasi yang akan bisa memicu stres.

Stres pada pengantin baru ada banyak sekali penyebabnya. Bahkan antara pengantin pria dengan pengantin perempuan memiliki bentuk stres yang berbda-beda. Kira-kira apa saja ya yang perlu diperhatikan pengantin agar bisa mengantisipasi tantangan setelah menikah? Berikut kira-kira yang perlu diperhatikan

1. Memahami pasangan

Menikah adalah tentang berbagi kehidupan bersama bagi para pengantin. Jika dahulu hidup lajang dapat memenuhi segala kebutuhan sendirian, kini ketika telah menikah para pengantin harus bisa berbagi peran. Itu sebabnya dalam pernikahan harus bisa memahami pasangan.

Bagi pernikahan yang terjadi dalam waktu singkat, memahami pasangan bisa menjadi sumber tekanan tersendiri. Karena pengantin harus banyak membaca respon dan kebiasaan pasangan masing-masing di situasi tertentu. Kerap kali, karena tidak sesuai dengan idealitas sebuah perilaku bisa memicu cekcok. Sehingga dalam sebuah pernikahan yang perlu dilakukan adalah berusaha untuk bisa saling mengerti dan berkompromi.

2. Situasi finansial

Kondisi finansial usai pernikahan kerap kali menjadi beban yang besar bagi keluarga. Pengeluaran untuk kebutuhan pesta dan acara sering kali menguras tabungan yang telah dimiliki. Sehingga bagi pengantin, utamanya pria beban untuk kembali mengendalikan kondisi keuangan adalah sebuah tantangan. Sebab amanah yang ditanggung tidak lagi dirinya sendiri tetapi juga terkait dengan keuangan keluarga.

Ada baiknya kondisi finansial yang berpotensi menjadi penyebab stres dikomunikasikan dan direncanakan dengan matang usai pernikahan. Sebab kunci utama untuk mengantisipasi stres akibat finansial adalah kerjasama antara kedua pengantin.

Kedua pengantin harus berdiskusi dan berkomunikasi tentang kondisi ideal finansial keluarga yang ingin dicapai. Misalnya bagaimana seharusnya suami bekerja, beban finansial apa yang harus ditanggun oleh suami. Kemudian apakah istri juga perlu bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Hal-hal seperti ini akan menjadi panduan umum kondisi finansial sebuah keluarga jika dapat disepakati.

3. Situasi keluarga

Ketika pernikahan antara dua insan terjadi, pernikahan tidak hanya melibatkan kedua pengantin tetapi juga kedua belah pihak keluarga. Dari yang semula tidak saling mengenal, menjadi kenal, kemudian menjadi sedikit banyak memiliki hak untuk memberikan pengaruh satu sama lain.

Tuntutan dari keluarga yang satu dengan keluarga yang lain bisa menjadi pintu masuk stres pada pengantin. Tidak memahami karakter keluarga dan belum mengerti bagaimana harus bersikap sering kali memberikan beban yang cukup besar.

Dalam hal keluarga biasanya beban yang lebih besar ada di pundah istri karena umumnya istri mendapat tuntutan lebih untuk berperan di keluarga. Sehingga peran suami seharusnya adalah dengan memberikan dukungan pada istri.

4. Seks

Dalam banyak pernikahan, seks bisa menjadi salah satu motif utama dalam pernikahan. Karena seks kerap dibayangkan sebagai sebuah fantasi yang ingin bisa dicapai ketika menikah. Namun seusai pernikahan, ekspektasi dan fantasi tentang kehidupan seks dalam rumah tangga bisa jadi sangat berbeda. Itu mengapa para pengantin harus tetap berkomunikasi untuk merencanakan bagaimana kehidupan seks diantara mereka.

Para pengantin tentu memiliki preferensi dan konsep yang berbeda-beda tentang seks. Sehingga tidak ada kehidupan seks yang ideal dalam sebuah keluarga. Perbedaan inilah yang akan berpotensi menjadi penyebab stres usai pernikahan.

Solusi yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi stres akibat kehidupan seks ini adalah dengan terus bertukar pikiran tentang bagaimana kehidupan seks yang diharapkan. Mulai dari pembahasan tentang frekuensi, situasi, fantasi, konteks maupun konsep seksualitas. Ketika saling mengerti, pengantin akan bisa menjalani kehidupan seks dalam keluarga dengan lebih leluasa.

5. Menikah tidak melulu bahagia

Hal terakhir, yang menurut kami perlu dipahami pengantin baru adalah tentang konsep kebahagiaan. Pernikahan memang salah satu alasan mengapa pengantin berbahagia. Namun kebahagiaan dalam rumah tangga tidak bisa begitu saja diraih tanpa usaha.

Berbahagia ketika pesta pernikahan jelas berbeda dengan merasa berbahagia dalam menjalani rumah tangga. Bisa jadi dalam sebuah rumah tangga kebahagiaan timbul karena hal-hal sederhana.

Ketika ekspektasi kebahagiaan terlampau tinggi namun tidak tercapai, hal ini bisa menimbulkan tekanan dan menyebabkan stres. Alih-alih mendapatkan kebahagiaan, pernikahan bisa jadi dianggap sebagai sumber ketidakbahagiaan dan kesulitan. Sehingga pengantin perlu untuk mengatur ekspektasi bersama dan menyadari bahwa pernikahan bukan hanya tentang mencari kebahagiaan.


Demikianlah beberapa hal yang berpotensi untuk menjadi tekanan dalam rumah tangga baru. Bagi Anda sobat Krucils yang baru saja menikah, Anda perlu memperhatikan hal-hal di atas. Agar dalam menjalani kehidupan bersama dapat mulai mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga.

Stres memang selalu ada dalam setiap fase hidup termasuk pernikahan, tetapi jika kita siap menghadapinya, kita akan menjadi lebih mampu untuk bertahan. Apalagi dalam konteks pernikahan, stres bisa menjadi ancaman yang akan merusak ikatan yang masih belum erat.

Bagi sobat Krucils yang ingin mempelajari lebih jauh tentang bagaimana sih mengatasi stres dalam rumah tangga, Anda bisa mengikuti kelas seputar pernikahan di webinar Krucils Indonesia. Daftar segera, jangan sampai ketinggalan kesempatan untuk belajar dari para pakar.

Daftar Webinar Krucils Sekarang