Menikah Itu Soal Berbagi Ruang Berbagi Peran, Mengapa?

September 4, 2019

Dalam sebuah rumah tangga akan ada dua kepribadian dalam satu ruang. Dua kepribadian ini tentu saja tidak akan bisa menjadi satu, tetapi bukan berarti rumah tangga bisa berjalan dengan baik. Itu sebabnya ketika sepasang kekasih memutuskan menikah, keduanya harus siap untuk menghadapi kenyataan bahwa mereka harus mampu berbagi ruang dan peran.

Ruang dan peran adalah hal yang penting untuk dipahami dalam sebuah rumah tangga. Sebab keduanya adalah elemen yang selalu ada dalam keseharian pernikahan. Tidak heran jika ruang dan peran harus benar-benar bisa dipahami oleh kedua pasangan agar pernikahan dapat berjalan dengan harmonis.

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa peran yang fleksibel adalah rahasia keharmonisan rumah tangga. Fleksibel yang dimaksud adalah antara suami dengan istri bisa berperan secara bergantian sesuai dengan situasi dan kondisi. Sehingga kedua pasangan memiliki tanggung jawab yang sama dalam aktifitas seputar rumah tangga. Seperti misalnya dalam masalah mencuci piring, menyapu dan bersih-bersih rumah, memasak, dan banyak lainnya.

Kunci utamanya tentu saja adalah kesepahaman bahwa tidak ada pihak yang paling berkuasa ataupun yang lebih tinggi. Peran antara suami dengan istri bisa saja setara namun bisa berganti dengan kepemimpinan yang tetap jelas. Semua aktifitas di rumah juga dipahami bahwa kegiatan yang dilakukan harus bisa terselesaikan dengan baik siapapun yang mengerjakan.

Begitu pula soal peran finansial, di kehidupan keluarga modern seperti saat ini, baik suami maupun istri dapat bekerja dalam waktu yang sama. Keduanya sama-sama bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Besarannya pun bisa sama atau mungkin timpang sebelah. Ketika pendapatan berbeda inilah yang kerap kali menyebabkan masalah.

Salah satu penyebab perceraian di Indonesia adalah masalah keuangan. Itu sebabnya masalah keuangan dalam rumah tangga harus benar-benar hati-hati dan disepakati secara seksama. Ketentuannya tentu saja bisa berbeda-beda untuk keluarga yang satu dengan keluarga yang lain.

Misalnya, diatur bahwa pendapatan suami sekian persen akan diberikan pada istri. Atau kedua pasangan bekerja masing-masing dan masing-masing punya pengaturan finansial sendiri. Ada banyak sekali variasi kesepakatan, sehingga untuk sobat Krucils yang ingin menjaga keluarga dari masalah keuangan, sobat harus bisa mulai untuk menentukan bagaimana rumah tangga memandang keuangan.

Lagi-lagi, fleksibilitas peran harus bisa terus diutamakan. Karena masalah finansial juga tentang bagaimana peluang yang didapatkan oleh masing-masing anggota keluarga. Bisa jadi sang suami bisa mendapatkan uang lebih besar, namun suatu saat pemasukan sedang sedikit. Sementara istri mendapat pemasukan yang lebih besar. Jangan sampai ketimpangan seperti ini malah memicu perpecahan dalam rumah tangga.

Kemudian soal ruang, dalam pernikahan ruang yang semula adalah ruang pribadi menjadi ruang bersama pasangan. Dulu yang hanya tidur sendirian menjadi bersama. Dahulu yang menggunakan barang untuk pribadi bisa jadi harus berbagi. Saat masih lajang tidak berbagi lemari, saat menikah harus berbagi lemari.

Soalan berbagi ruang ini juga harus bisa dipahami bahwa pasangan rumah tangga adalah tentang kebersamaan. Sehingga tidak ada lagi tentang egoisme yang menghalangi orang lain untuk melakukan akses pada ruang yang biasanya kita miliki. Namun tentu saja ada beberapa ruang yang perlu didiskusikan secara mendalam apakah ruang seperti privasi sosial media, ruang digital, ataupun ruang identitas diri bisa saling diintervensi.

Tidak mudah memang untuk berbagi ruang dengan orang lain. Bagi sobat yang sudah terbiasa untuk mengendalikan segalanya sendirian, tentu akan timbul rasa tidak percaya ketika orang lain berusaha mengambil alih peran dan ruang. Semisal, ternyata istri lebih mahir untuk mengendarai mobil, sementara sang suami tidak. Hal ini tentu saja harus dibicarakan dengan lebih baik. Disepakati bersama dan haris memiliki kebesaran hati masing-masing demi keluarga.

Mungkin sang suami akan bertekad untuk bisa menyetir suatu saat dan akan menggantikan istri. Namun juga terdapat suami yang mengalami trauma sehingga tidak lagi berani untuk duduk dibalik kemudi.

Dari pembahasan kita soal ruang dan peran ini jelas, bahwa sebenarnya yang perlu dipahami dalam sebuah keluarga adalah bagaimana menyampaikan kesepakatan dan perjanjian yang sama-sama dipahami dengan baik. Tidak cukup sampai dipahami, tetapi juga wajib untuk dilaksanakan dan menjadi amanah bersama.

Nah, bagi sobat yang ingin mempelajari lebih lanjut persoalan pernikahan, sobat bisa mengikuti Webinar Krucils Indonesia yang akan membahas tentang pernikahan. Soba akan dibimbing oleh profesional di bidangnya masing-masing dan mendapatkan ilmu tentang bagaimana menghadapi lika-liku pernikahan sampai ketika si kecil telah lahir.

Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar yang menyenangkan dan mengena bersama Krucils Indonesia.

Daftar Webinar Krucils Sekarang