Persiapan-Persiapan Finansial Menjelang Pernikahan

May 27, 2019

Sebagai momen yang diharapkan hanya terjadi satu kali dalam hidup, kebanyakan orang mendambakan pernikahan yang mewah ala pesta. Pernikahan yang mendatangkan banyak kerabat, kolega dan teman, berpenampilan maksimal dan juga makanan-makanan yang lezat. Sebuah acara yang memerlukan persiapan jauh-jauh hari dan finansial yang tidak sedikit dari para mempelai. Itu sebabnyak dalam pernikahan perlu persiapan finansial yang matang.

Mewujudkan pesta pernikahan idaman tentu saja boleh-boleh saja, namun pasangan mempelai harus tetap ingat bahwa pernikahan bukan berhenti hanya pada momen pesta. Sebab mempelai juga harus merencanakan bagaimana rencana finansial setelah pernikahan terjadi. Jangan sampai masalah dalam pernikahan timbul karena persiapan finansial tidak tepat atau bahkan tidak disepakati bersama.

Terbukalah soal finansial

Tahap pertama untuk bisa mencapai persiapan finainsial adalah dengan berlaku terbuka pada pasangan tentang kondisi finansial masing-masing. Adanya keterbukaan akan membuat sesama pasangan menaruh rasa percaya dan memahami situasi keuangan masing-masing. Sebab kondisi finansial dalam pernikahan telah menjadi tanggung jawab bersama untuk membawa bahtera rumah tangga bisa menuju arah yang ditentukan.

Memahami apa hak-hak finansial dan juga menyepakati kewajiban finansial dalam pernikahan akan membuat suami maupun istri dapat berperan sesuai dengan kapasitasnya dan terjadi kerjasama yang baik. Pembicaraan tentang sumber pendapatan harus disampaikan dengan baik, sementara pengeluaran juga harus bisa direkam dengan rapih. Hak dan kewajiban finansial seperti pendapatan dan pengeluaran inilah yang akan bisa memperlancar tercapainya tujuan-tujuan dalam keluarga.

Begitu pula dengan hutang. Jika sebelum pernikahan hutang ditanggung secara pribadi, dalam pernikahan hutang harus benar-benar diperhatikan bersama. Jangan sampai salah satu pihak melakukan kesepakatan hutang tanpa diketahui oleh pasangan lainnya namun ketika hutang bermasalah dan merembet ke keluarga, pasangan harus menanggung beban. Itu sebabnya hutang juga perlu diputuskan bersama dan dicatat dengan baik.

Atur kembali gaya Hidup

Hal lain yang perlu diperhatikan pula adalah gaya hidup dalam relasinya pada kesehatan finansial dalam pernikahan. Pada umumnya gaya hidup yang konsumtif dan berpola pikir jangka pendek membuat sebuah keluarga mengalami masalah finansial yang serius. Gaya hidup pun terkait dengan operasional rumah tangga yang terjadi setiap harinya. Biaya operasional rumah tangga yang tidak stabil akan beresiko membebani kesehatan finansial keluarga. Itu sebabnya kedua pasangan harus bisa saling menyesuaikan gaya hidupnya masing-masing demi masa depan keluarga.

Tentukan target keuangan yang jelas

Mempersiapkan finansial dalam pernikahan tidak hanya tentang masa saat ini, tetapi juga tentang persiapan finansial masa depan. Sehingga baik suami maupun istri harus bisa menetapkan target keuangan masa depan dengan jelas. Jelas artinya memiliki alat ukur kesuksesan yang jelas dan juga jangka waktu pencapaian yang kongkrit

Tabungan misalnya, peruntukan tabungan keluarga harus memiliki tujuan yang jelas. Bila untuk keperluan tabungan pendidikan anak, maka tabungan tidak boleh digunakan kecuali untuk keperluan pendidikan anak di waktu tertentu di masa depan.

Jumlah rencana memiliki anak dalam sebuah keluarga pun akan mempengaruhi target keuangan keluarga. Sehingga perencenanaan jumlah anak dalam pernikahan juga perlu disepakati bersama.

Contoh lain adalah perencanaan untuk keperluan pembelian rumah maupun cicilan tempat tinggal. Keperluan tempat tinggal adalah keperluan pokok yang harus bisa dipenuhi dalam sebuah keluarga. Sehingga kedua mempelai harus bisa memperkirakan angka-angka di masa depan seperti inflasi ataupun resiko lainnya untuk tetap bisa mencapai target finansial yang dibutuhkan.

Tabungan lainnya yang sering ditargetkan dalam keluarga adalah tabungan liburan. Tabungan liburan harus direncanakan baik-baik, kemana tujuan dan berapa biaya perkiraan yang dibutuhkan.

Memang, tidak mudah untuk merencanakan target keuangan yang jelas tetapi untuk bisa membawa bahtera pernikahan berjalan dengan baik persiapan ini perlu dilakukan. Finansial bisa diibaratkan sebagai layar utama terbesar dari sebuah bahtera pernikahan. Pembicaraan tentang target keuangan ini bisa dilakukan sebelum pernikahan ketika masa perkenalan kedua mempelai. Target-target dalam keluarga harus bisa disepakati bersama untuk menjaga keharmonisan kedua mempelai.

Alokasikan Dana Darurat dan beli Asuransi

Hal-hal tak terduga dalam keluarga seperti sakit, kecelakaan, atau musibah lainnya, tentu sangat ingin dihindari, namun jika hal tersebut terjadi kedua mempelai harus bisa mengatasinya dengan baik. Cara untuk mengatasi hal tak terduga tersebut adalah dengan mengalokasikan keuangan keluarga untuk hal-hal darurat seperti itu.

Jumlah dana darurat memang tidak ada batasan tertentu, namun sebuah keluarga hendaknya bisa memperkirakan berapa batas kemampuan untuk melakukan mitigasi kejadian-kejadian di atas. Dana darurat ini hendaknya tidak bisa dipergunakan untuk keperluan lainnya sehingga dana darurat bisa digunakan sewaktu-waktu.

Cara lain untuk mempersiapkan dana darurat adalah dengan memiliki polis asuransi. Asuransi merupakan produk finansial yang berorientasi pada minimalisasi beban resiko yang ditanggung seseorang ketika hal yang tidak diinginkan terjadi. Kejadian seperti sakit, kecelakaan atau musibah lainnya akan bisa lebih tertangani jika seseorang bisa memanfaatkan asuransi sebagai penjamin. Itu sebabnya keluarga perlu untuk mulai mempertimbangkan asuransi sebagai bagian dari rencana finansial keluarga.

Lakukan Investasi bersama

Dalam keluarga hak finansial memang tetap ada. Seperti mendapatkan pendapatan dari jalur selain pendapatan pokok seperti investasi. Investasi perlu dilakukan untuk menjadi arus lain pendapatan sehingga performa keuangan bisa tumbuh di luar jalur pendapatan tetap. Selain itu, investasi juga dapat berfungsi sebagai pendapatan yang akan mengurangi beban resiko kejadian-kejadian tak terduga.

Namun hendaknya keputusan investasi dilakukan seperti hutang yang harus disepakati bersama. Tujuannya tentu saja adalah agar hasil investasi tidak semata untuk kesenangan salah satu pihak, tetapi untuk keluarga.


Nah, beberapa hal di atas merupakan upaya-upaya yang perlu dipersiapkan seseorang menuju pernikahan.

Terlalu banyak? Rumit? Dan khawatir membuat persiapan finansial malah menunda terjadinya pernikahan?

Jangan khawatir, selama persiapan finansial dapat dikomunikasikan dengan baik bersama-sama dengan pasangan, di permulaan persiapan finansial tidak perlu muluk dan sempurna. Sebab inti utama dari persiapan menuju pernikahan adalah tentang kesepahaman dan kesepakatan bersama-sama.


Writtent by TEKNOIA Creative for Krucils Indonesia
Daftar Webinar Krucils Sekarang