Pribadi Baru, Pribadi Tangguh

August 29, 2019

Pribadi Baru, Pribadi Tangguh

Menjalani hidup adalah sebuah proses keniscayaan. Disukai atau tidak, seseorang akan selalu menghadapi perjalanan maju dalam hidupnya. Itu sebabnya hal yang bisa dilakukan untuk menjadi pribadi yang baru adalah dengan terus memperbaiki diri untuk menjadi diri yang baru, menjadi pribadi yang tangguh. Pertanyaannya tentu saja adalah bagaimana caranya.

Dalam Webinar #3 Be The Brand New You Ibu dr. Petrin Redayanai mengungkapkan bahwa sejatinya menjadi diri yang baru bukan berarti berubah secara 180 derajat, akan tetapi berubah menjadi lebih baik dengan memperbaiki kekurangan secara bertahap. Beliau mengungkapkan bahwa yang harus diperbaiki lebih dahulu sering kali adalah bagaimana membuat psikologi seseorang tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia biologisnya. Misalnya seperti ketika ternyata seseorang sudah berusia 30 tahun namun ternyata kondisi psikologisnya belum matang seperti layaknya orang berusia 30 tahun.

Menjadi pribadi yang baru harus berawal dari bagaimana mengembangkan potensi psikologis. Menurut dr. Petrin pengembangan potensi psikologis ini harus dilakukan sejak dini dengan membangun kemampuan seseorang untuk beradaptasi dan beinteraksi dengan lingkungannya hidup. Harapannya ketika nanti seseorang telah dewasa, dia tidak perlu lagi untuk memperbaiki kekurangan psikologisnya. Namun tentu saja hal ini adalah situasi yang sangat ideal yang jarang orang mampu untuk bisa capai, sehingga yang bisa dilakukan adalah dengan selalu melatih diri untuk tidak lagi lari dari masalah yang dihadapi.

Dr. Petrin begitu menekankan bagaimana seseorang harus mampu untuk menjadi sosok yang dewasa. Menurut beliau pribadi yang baru adalah pribadi yang sudah berani untuk menghadapi masalah.

"Menjadi individu yang lebih tangguh dan ketika menemui masalah tidak lari lagi. Mungkin selama ini dia takut dengan lari dan mundur dari masalah itu karena kemampuan penyelesaian konflik tersebut belum punya pengalaman"

dr. Petrin Redayani

Dari sudut pandang terapis seperti dr. Petrin, untuk menyelesaikan masalah yang pernah terjadi yang menghambat perkembangan seseorang sebaiknya dilakukan terapi psikologi. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan unfinished business yang sebenarnya harus diselesaikan di masa lalu.

Dr. Petrin pun menekankan bahwa untuk menjadi pribadi yang matang seseorang harus terus berproses sampai lanjut usia. "Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki, karena kita tidak bisa memilih untuk menerima masa lalu seperti apa," kata dr. Petrin.

Salah seorang peserta kemudian bertanya perihal apakah ketika seseorang tidak pernah mencoba hal baru, apakah seseorang bisa mendapat kesempatan untuk bangkit? Pertanyaan ini kemudian oleh dr. Petrin dengan menjelaskan bagaimana sebuah pikiran negatif akan terus menghalangi. Sehingga beliau mengajak kita untuk selalu mencoba. "Kita tidak akan pernah tahu kalau kita tidak pernah mencoba"

Persoalan mencoba ini menjadi penting karena untuk membangun pribadi yang baru seseorang harus mampu untuk mendapatkan kemampuan dan pengalaman yang berbeda dari sebelumnya. Sehingga, setiap hal-hal baru yang dicoba akan bisa mengembangkan kedewasaan dan juga rasa tanggung jawab ketika seseorang masuk ke jenjang pernikahan.

Tahap selanjutnya dari pribadi yang baru adalah dirinya akan siap untuk masuk ke dalam kehidupan pernikahan. Menurut dr. Petrin seseorang yang siap untuk menikah adalah mereka yang menyadari keterbatasan. Sehingga bukan karena masih labil kemudian dilarang untuk menikah, namun dia harus sadar tentang dirinya sendiri dan harus mengomunikasikannya dengan pasangan. Kemudian yang paling penting adalah, dia harus mau untuk memperbaiki diri sepanjang waktu di masa pernikahan.

Ketika seseorang mau untuk memperbaiki diri dalam sebuah pernikahan, dia akan menjalani pernikahan sebagai sesuatu yang terus menerus berkembang. Pernikahan adalah proses seumur hidup, tentang tanggung jawab pada pasangan, pada anak, dan banyak hal lainnya dalam sebuah rumah tangga.

Bila seseorang belum siap untuk menikah, namun sudah menikah, tentu dia sebaiknya berkonsultasi pada profesional untuk membantu proses perbaikan diri dan memahami apa-apa yang harus dilakukan. Ketika seseorang memiliki kesadaran tentang peran dirinya dalam keluarga maupun masyarakat, itulah pribadi baru, pribadi tangguh.

Daftar Webinar Krucils Sekarang