Ternyata Pasanganku Seperti ini.. Apa yang harus dilakukan?

September 5, 2019

Dalam pernikahan dan proses menuju pernikahan kerap kali terdapat ekspektasi yang indah. Kedua pasangan akan berpikir bahwa pasangannya adalah pasangan yang paling sempurna, pasangan yang akan membuat hidup dalam pernikahan menjadi indah dan bahagia selamanya. Namun ternyata hal itu bisa sangat berbeda ketika pernikahan sudah terjadi.

Mendapati pasangan yang ternyata memiliki perbedaan perilaku setelah menikah adalah hal yang paling lumrah dialami oleh pasangan manapun. Ini adalah yang disebut dengan perubahan dalam pernikahan. Perubahan tersebut bisa positif atau bahkan negatif.

Alasan perubahan tersebut bisa disebabkan banyak hal. Salah satunya adalah karena kondisi kita sendiri yang tidak lagi dalam situasi mabuk cinta. Mabuk cinta merupakan situasi yang membuat seseorang merasa pasangannya adalah orang terbaik di dunia. Dia melihat perilaku pasangannya selalu dengan kesan positif dan baik. Padahal bisa jadi perilakunya tidak patut atau kurang baik dalam mengatur rumah tangga.

Misalnya, ketika masih pacaran selalu bisa sedia untuk pasangan. Telponan setiap hari, mengirim pesan setiap waktu, bertemu hampir setiap minggu dan lain sebagainya. Namun ketika sudah menikah, pertemuan hanya terjadi di rumah. Pasangan pulang malam karena kerja, dan tidak lagi mengirimkan kata-kata indah seperti dahulu saat pendekatan atau pacaran. Ini adalah perubahan yang menurut mincils adalah sesuatu yang positif, karena dalam rumah tangga suami dan istri tidak akan mungkin menutut sesuatu yang indah seperti saat sebelum menikah selama 24 jam penuh.

Bayangkan apa jadinya jika kedekatan seperti saat sebelum menikah masih ditutut terus menerus saat sudah menikah. Tentu produktifitas dan pekerjaan akan terbengkalai. Sehingga yang bisa dilakukan tentu saja masing-masing pihak harus memahami bahwa apa yang terjadi setelah pernikahan adalah hal yang lumrah, tentu dengan batas-batas tertentu.

Kekecewaan tentu saja bisa menghinggapi ekspektasi ketika ada perubahan antara masa sebelum menikah dengan setelah menikah. Namun sobat Krucils sebagai pasangan yang telah dewasa harus mampu melihatnya sebagai kedinamisan berumah tangga dan bisa menyikapinya dengan bijak. Itu sebabnya sebelum menikah mincils selalu memberikan fakta-fakta yang harus dipahami untuk sobat agar tidak kaget saat menjalani kehidupan berumah tangga.

Pasangan yang dahulu begitu rapih, ternyata di rumah berantakan. Pasangan yang dulu begitu rajin, ternyata di rumah sering bersantai-santai. Pemandangan seperti itu akan menjadi pandangan yang sering ditemukan berdua di rumah. Lalu apa yang bisa dilakukan agar sobat Krucils tetap mampu menghadapi perubahan dalam pernikahan?

1. Temukan penyebabnya

Sebab perubahan dalam pernikahan bisa jadi terjadi karena situasi dan kondisi. Itu sebabnya sobat harus bisa mengetahui kondisi apa yang saat ini sedang terjadi dalam rumah tangga. Apakah situasi keuangan sedang sulit sehingga pasangan harus ikut membantu keuangan? Situasi kesulitan finansial tentu akan mengubah rutinitas yang mulanya masih ada anggota keluarga di rumah menjadi sama-sama harus keluar untuk mencari nafkah.

Kondisi rumah yang tanpa penghuni bisa berpotensi membuat rumah menjadi lebih kurang bersih dan tidak terawat. Jadi sobat harus bersiap dengan hal itu kemudian harus membuat kesepakatan bersama untuk menyelesaikan masalah yang timbul dari perubahan rutinitas.

2. Buat kesepakatan dan komitmen

Jika perubahan dalam rumah tangga sudah terjadi, tentu kesepakatan yang lama tidak akan cocok maka komitmen harus kembali diperbaharui dengan kondisi terbaru. Karena kondisi sebelum menikah dengan setelah menikah membutuhkan komitmen yang berbeda.

Contohnya seperti siapa yang harus bersih-bersih rumah? Siapa yang harus menjemput anak? Siapa yang harus tidur paling akhir? Dan tugas maupun peran lain dalam sebuah rumah tangga. Semua itu akan terus berubah dan membutuhkan penyikapan yang tepat.

Kesepakatan dan komitmen tentu saja akan menjadi tolok ukur apakah pasangan sobat sebenarnya sudah siap berumah tangga atau belum. Sehingga kalau sobat belum menikah, ada baiknya selalu mengawasi perihal ini.

3. Ketahui batasan

Semua orang berubah, seiring waktu watak seseorang juga akan berubah. Namun sobat juga harus paham bahwa perubahan ada yang positif dan juga negatif. Pun perubahan itu memiliki batasan kepantasan yang sobat harus mengerti mana yang bisa ditolerir dan mana yang tidak bisa lagi diterima.

Seperti jika pasangan berubah menjadi sering marah dan kasar. Sobat harus bisa mengetahui batasan mana luapan emosi tersebut masih bisa diterima dan mana yang tidak bisa diterima. Itu sebabnya sobat harus bisa mengetahui penyebab utamanya, kemudian mencari solusinya. Tapi jika tetap tidak ada perbaikan, maka harus ada tindakan yang lebih tegas. Jangan sampai sobat terjebak dalam hubungan yang rusak dan berpotensi muncul kekerasan dalam rumah tangga.

Kasus lain, mungkin pasangan ternyata boros dalam berbelanja. Keuangan rumah tangga bisa mengalami kekacauan jika tidak diatur dengan baik. Sobat pun harus bisa mencari solusinya, dan membuat solusi itu menjadi sebuah komitmen. Namun jika tetap tidak ada perubahan, sobat harus bisa menyiasatinya bersama agar tidak terjebak dalam rumah tangga yang bangkrut dan terjebak hutang.


Nah pada akhirnya sobat Krucils memang harus bisa mengatur ekspektasi dalam menikah. Jangan sampai sobat mabuk kepayang hanya karena merasa sudah menuju pernikahan atau bahkan sudah menikah namun tidak bisa memahami apa-apa saja yang akan dihadapi dalam pernikahan.

Pernikahan itu adalah sesuatu yang serius dan laiknya sesuatu yang serius harus bisa diputuskan dipikirkan dan dipertimbangkan secara matang. Jangan sampai dalam kondisi mabuk sobat membuat keputusan yang tidak diperhitungkan dengan baik. Sebab pernikahan akan menentukan bagaimana hidup sobat di masa yang akan datang.

Daftar Webinar Krucils Sekarang