3 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Tumbuh Kembang Fisik Anak

October 17, 2019

Di masa pertumbuhan, anak akan mengalami masa perkembangan diri yang sangat pesat. Berbagai kemampuan dirinya berkembang dengan cepat dan orang tua harus memahami apa-apa saja yang harus diperhatikan. Karena jika orang tua tidak peka, bisa jadi gangguan tumbuh kembang anak malah tidak terdeteksi.

Gangguan tumbuh kembang anak harus bisa dideteksi sejak dini. Selain untuk bisa segera memberikan tindakan, mengetahui gangguan tumbuh kembang anak juga penting bagi para orang tua agar paham bagaimana untuk bersikap ketika anak tidak tumbuh dengan semestinya.

Sebab jika tumbuh kembang anak terganggu dan tidak ada tindakan penanganan lebih lanjut, masa depan anak bisa terancam dan bisa mengakibatkan kualitas hidup yang tidak baik di masa dewasanya. Sehingga tidak heran jika selain harus memperhatikan masa pertumbuhan emas anak, sobat krucils yang telah menjadi orang tua juga harus waspada pada tanda-tanda gangguang perkembangan anak.

Di artikel kali ini Mincils akan berbagi sedikit tentang apa saja sih yang harus diperhatikan untuk mendeteksi gangguan tumbuh kembang anak. Dengan mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan sobat ibu jadi lebih bisa waspada dan mengerti apa yang harus dilakukan.

Apa saja yang harus diperhatikan dari tumbuh kembang fisik anak?

1. Tingkat pertumbuhan Berat Badan (BB)

Berat badan merupakan indikator yang paling umum digunakan untuk melihat bagaimana asupan gizi yang diterima oleh anak. Melalui berat badan perkembangan fisik anak akan terlihat apakah anak mendapatkan gizi yang cukup dari makanan yang diterimanya.

Untuk mengetahui perkembangan berat badan, sobat ibu hanya perlu mengukur berat badan anak secara periodik. Biasanya cukup setiap satu bulan sekali dan mencatat hasilnya. Dengan melihat hasil catatan ukuran berat badan anak, akan terlihat apakah berat badan anak akan meningkat atau tidak.

Bila berat badan anak menurun, maka harus diwaspadai adanya gangguan pertumbuhan. Penyebabnya bisa macam-macam, seperti sakit, terinfeksi parasit ataupun penyebab lain.

Sebaliknya, jika berat badan anak meningkat secara tidak wajar atau anak terlalu gemuk, sobat ibu juga harus tetap waspada sebab obesitas juga bisa terjadi pada anak. Obesitas pada anak akan berpotensi untuk menggangu aktifitas dan kinerja organ dalam tubuh.

Nah, ketika tanda-tanda gangguan pertumbuhan telihat, sobat ibu harus segera memeriksakan si krucils ke dokter ya.

2. Pengukuran Tinggi Badan (TB)

Ketika pertumbuhan berat badan anak meningkat biasanya diiringi dengan pertumbuhan tinggi badan anak. Karena pertumbuhan berat badan salah satu penyebabnya adalah peningkatan masa tulang. Semakin tumbuh tinggi badan anak, berat badan anak juga akan mengiringi.

Namun sobat ibu harus tetap waspada karena tinggi badan bukan serta merta tanda pertumbuhan fisik anak semakin baik. Karena ada juga kasus bahwa anak tetap semakin tinggi namun berat badannya tidak tumbuh. Bila hal ini terjadi bisa jadi anak mengalami mal nutrisi atau kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk mengimbangi pertumbuhan tinggi badan.

Jadi sobat ibu juga harus memperhatikan rasio berat badan dengan tinggi badan si krucil ketika melihat pertumbuhan anak. Pastikan perbandingannya tetap wajar. Untuk cara mengukur rasio perbandingan ini sobat ibu bisa berkonsultasi dengan para profesional seperti dokter anak atau ahli gizi.

3. Pengukuran Lingkar Kepala Anak (PLKA)

Hal yang terakhir untuk bisa diukur dari pertumbuhan anak adalah lingkar kepala. Untuk pengukuran bagian ini cukup jarang dilakukan karena kerap kali beresiko disalah artikan. Namun sobat ibu tetap perlu tahu tentang pengukuran lingkar kepala ini.

Pengukuran lingkar kepala anak tujuannya adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Saat sobat ibu mengetahui pertumbuhan lingkar kepala anak, maka sobat ibu bisa mengetahui apakah ada perkembangan otak anak.

Hal ini bisa menjadi indikator bahwa otak anak terus melakukan pengembangan neuron berdasarkan aktifitas si krucils sehari-hari. Namun sobat ibu harus paham bahwa bukan berarti ketika lingkar anak semakin besar maka pertumbuhan anak semakin baik atau anak semakin pintar. Sebab lingkar kepala atau ukuran otak bukan indikator untuk mengukur hal tersebut.

Lingkar kepala hanya menjadi patokan apakah masa otak anak berkembang seiring dengan pertumbuhan dan interaksi lingkungan yang dilakukan oleh anak.

Sebab ada pula sindrom lain yang mengganggu pertumbuhan lingkar kepala anak menjadi tidak wajar. Seperti kasus hidrosefalus misalnya. Sindrom ini merupakan gangguan kesehatan yang mengakibatkan cairan menumpuk di rongga otak. Pertumbuhan ukuran kepala menjadi tidak wajar dan mengakibatkan gangguan kemampuan otak.

Jadi sobat ibu harus terus waspada ya dengan pertumbuhan lingkar kepala anak.


Tiga hal di atas merupakan tiga aspek yang paling umum untuk diperhatikan saat pertumbuhan anak. Bagi sobat ibu setelah mengetahui indikator mendasar tersebut, sobat ibu bisa lebih paham dan waspada dengan pertumbuhan fisik anak.

Pertumbuhan fisik anak bukan hanya penting untuk penampilan anak, tetapi juga akan berpengaruh pada kinerja aktifitas anak di keseharian. Sehingga sobat ibu harus benar-benar bisa mencatat dan melihat apakah pertumbuhan fisik anak normal atau tidak. Sobat ibu juga menjadi tahu apakah asupan gizi yang diberikan pada anak kurang, cukup atau bahkan berlebihan.

Terakhir, untuk memastikan pengawasan pertumbuhan fisik anak benar-benar optimal, sobat ibu harus terus berkonsultasi dengan dokter atau profesional lainnya ya. Sebab jangan sampai sobat ibu mendapatkan informasi yang salah ataupun melakukan penafsiran sendiri tanpa ada bimbingan dari pihak yang lebih memiliki keahlian terkait dengan pertumbuhan fisik anak.

Daftar Webinar Krucils Sekarang